Prabowo dan Trump Resmi Teken Perjanjian Dagang Timbal Balik

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:17:58 WIB
Prabowo dan Trump Resmi Teken Perjanjian Dagang Timbal Balik

JAKARTA - Langkah konkret mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat resmi diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik di Washington DC, Kamis, 19 Februari 2026.

Momentum ini menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara berkomitmen memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika ekonomi global.

Perjanjian bersejarah tersebut ditandatangani secara simbolis oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kesepakatan ini diharapkan membuka era baru dalam hubungan ekonomi kedua negara, mendorong pertumbuhan, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.

Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin menyampaikan kepuasan atas langkah cepat dan berkelanjutan yang telah ditempuh kedua negara. Mereka juga menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar ini secara konsisten.

Komitmen Perkuat Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi

Kesepakatan ini tidak hanya dipandang sebagai dokumen formal, melainkan fondasi baru bagi kerja sama ekonomi yang lebih luas. Fokus utamanya adalah memperkuat keamanan ekonomi sekaligus menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.

“Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global,” ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesepakatan ini memiliki dimensi lebih luas daripada sekadar tarif atau perdagangan barang. Ada visi jangka panjang untuk memastikan hubungan ekonomi kedua negara berjalan stabil, produktif, dan saling menguntungkan.

Prabowo juga menekankan bahwa kepastian regulasi menjadi faktor penting dalam menarik minat investor dan menjaga kepercayaan pasar. 

Dengan adanya perjanjian ini, pelaku usaha diharapkan memperoleh kejelasan arah kebijakan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Proses Teknis dan Kesepakatan Tarif 19 Persen

Secara teknis, penandatanganan draf kesepakatan tarif 19% dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. 

Prosesi tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden (Setpres) berjudul “Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS”.

Dalam prosesi tersebut, Prabowo dan Trump tidak hadir secara langsung. Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai waktu pemberlakuan tarif 19% tersebut.

Kendati demikian, kesepakatan tarif ini menjadi salah satu poin penting yang menandai babak baru dalam hubungan dagang kedua negara. Tarif tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan perdagangan sekaligus memberikan struktur yang lebih jelas dalam hubungan ekspor-impor.

Negosiasi Intensif dan Capaian Solid

Prabowo mengungkapkan bahwa proses menuju kesepakatan ini tidak berlangsung singkat. Negosiasi dilakukan secara intensif selama beberapa bulan terakhir untuk memastikan seluruh aspek dibahas secara menyeluruh.

“Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah kesepakatan penting telah diteken, baik di tingkat institusi pemerintah maupun pelaku usaha kedua negara, termasuk tindak lanjut terkait isu keseimbangan perdagangan.

“Kita telah bernegosiasi sangat intens selama beberapa bulan terakhir, dan saya pikir kita telah mencapai kesepakatan yang solid dalam banyak isu,” tambah Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hasil yang dicapai merupakan buah dari proses diplomasi ekonomi yang panjang dan terukur, dengan mempertimbangkan kepentingan nasional masing-masing negara.

Instruksi Lanjutan dan Era Keemasan Baru

Selain penandatanganan perjanjian, kedua pemimpin juga menginstruksikan menteri dan pejabat terkait untuk mengambil langkah-langkah lanjutan. Tujuannya adalah membuka era keemasan baru bagi kemitraan strategis AS–Indonesia.

Arahan tersebut mencerminkan keseriusan kedua negara dalam memastikan implementasi perjanjian berjalan efektif. Tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi juga diwujudkan dalam kebijakan nyata yang berdampak langsung pada pelaku usaha dan masyarakat.

Dengan tercapainya kesepakatan ini, Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan sinyal kuat untuk mempererat kerja sama ekonomi dan perdagangan. 

Di tengah dinamika pasar global yang terus berubah, kepastian dan komitmen semacam ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan daya saing.

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik ini diharapkan menjadi pijakan strategis untuk memperluas kolaborasi di berbagai sektor ekonomi. 

Bagi pelaku usaha dan investor, kesepakatan tersebut menawarkan kepastian yang selama ini dibutuhkan dalam merancang ekspansi dan investasi jangka panjang.

Melalui langkah ini, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pertumbuhan bersama. 

Komitmen yang ditegaskan oleh kedua kepala negara menjadi landasan penting bagi kemitraan ekonomi yang semakin erat di masa mendatang.

Terkini