Sajian Kolak Pisang dan Candil jadi Takjil Ramadan Favorit Nusantara

Senin, 23 Februari 2026 | 10:22:28 WIB
Sajian Kolak Pisang dan Candil jadi Takjil Ramadan Favorit Nusantara

JAKARTA - Hidangan manis sederhana berupa perpaduan kolak pisang dan candil kembali menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia sebagai menu takjil khas Ramadan. Kolak pisang yang dikenal dengan kuah gula merahnya serta candil kecil kenyal memastikan sajian ini tidak hanya menyegarkan namun juga mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Popularitas kolak pisang dan candil selama bulan suci ini membuat banyak orang ingin membuatnya sendiri di rumah selain sekadar membelinya di pasar takjil tradisional.

Kelezatan Tradisional yang Tetap Dicari

Kolak pisang dan candil identik dengan rasa manis yang lembut dan tekstur yang memuaskan. Perpaduan pisang kepok yang empuk dengan candil kenyal dalam kuah gula merah yang hangat menciptakan sensasi yang digemari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai orang dewasa. Hidangan ini tak hanya sekadar makanan manis biasa, tetapi juga menjadi simbol budaya kuliner Indonesia ketika Ramadan tiba. Banyak keluarga bahkan memasukkan kolak pisang dan candil sebagai menu wajib saat berbuka puasa di rumah.

Selain itu, kolak pisang dan candil memiliki nilai kebersamaan. Aromanya yang khas sering kali membawa kenangan Ramadan di masa kecil, saat keluarga berkumpul menunggu waktu berbuka. Bahkan di beberapa daerah, aroma gula merah dan santan yang mendidih sudah mulai tercium sejak sore hari, menjadi penanda bahwa waktu berbuka semakin dekat. Dengan rasa yang tidak terlalu berat, kolak pisang dan candil juga dipercaya mampu memberikan energi yang cukup untuk mengisi kembali tenaga setelah seharian berpuasa.

Bahan-Bahan Dasar dan Nilai Gizi

Kolak pisang menggunakan beberapa bahan yang mudah ditemukan di Indonesia. Pisang kepok, santan kental, gula merah, daun pandan, serta sedikit garam menjadi bahan utama untuk membuat kuah kolak yang gurih dan manis. Pisang tidak hanya memberi rasa manis alami, tetapi juga menyediakan nutrisi seperti kalium dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Sedangkan santan kental memberi tekstur kuah yang lembut serta rasa yang lebih kaya.

Sementara itu, candil yang terbuat dari tepung ketan, air, dan garam menjadi pelengkap tekstur dalam kolak. Adonan candil kemudian dibentuk bulat kecil dan dimasak dengan gula merah hingga mengapung. Struktur tepung ketan yang kenyal memberikan perbedaan sensasi dibandingkan kolak pisang yang lebih lembut dan kuah. Kombinasi kedua tekstur ini menghasilkan hidangan takjil yang lengkap, sekaligus menambah nilai kenikmatan saat santapan berbuka puasa.

Cara Membuat Kolak Pisang dan Candil di Rumah

Bagi yang ingin membuat kolak pisang dan candil sendiri di rumah, resep ini termasuk sederhana dan tidak memerlukan alat khusus. Proses pertama adalah menyiapkan bahan kolak, yaitu merebus air bersama daun pandan hingga mendidih. Setelah itu, pisang kepok yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam rebusan air bersama gula merah dan garam, kemudian santan kental ditambahkan perlahan agar tidak pecah. Masak hingga semua bahan matang dan menyatu.

Untuk candil, tepung ketan dan garam dicampurkan kemudian diberi air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis dan bisa dipulung. Adonan tersebut kemudian dibentuk bulat kecil dan direbus dengan gula merah hingga candil mengapung dan matang. Proses ini cukup mudah dilakukan oleh siapa saja, bahkan bisa menjadi aktivitas sosial di rumah bersama anggota keluarga lain.

Setelah kedua komponen utama kolak pisang dan candil selesai dibuat, tahap terakhir adalah menyatukan keduanya. Candil yang telah matang dicampurkan dengan kuah kolak pisang. Sajian ini bisa dinikmati baik dalam kondisi hangat maupun dingin, tergantung preferensi masing-masing keluarga saat berbuka puasa.

Nilai Tradisi dan Variasi Kolak di Masyarakat

Walaupun kolak pisang dan candil sudah menjadi favorit, variasi cara penyajian kolak tetap berkembang di berbagai daerah. Beberapa daerah memasukkan bahan tambahan seperti kolang-kaling, ubi, atau labu untuk memberi variasi rasa dan tekstur. Namun, versi klasik kolak pisang dengan candil tetap mempertahankan tempat kuat di hati masyarakat selama Ramadan.

Kolak selain menjadi takjil yang populer juga memiliki nilai budaya yang melekat. Di banyak komunitas, kolak sering dibagikan gratis di masjid atau pasar takjil sebagai bagian dari tradisi Ramadan. Kehadiran kolak juga sering dikaitkan dengan semangat berbagi dan kebersamaan antarsesama di bulan suci ini.

Terkini