Mentan Ingatkan Pedagang Tetap Jual Daging Ayam Telur Sapi Sesuai HET

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:20:10 WIB
Mentan Ingatkan Pedagang Tetap Jual Daging Ayam Telur Sapi Sesuai HET

JAKARTA - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan harga daging sapi, ayam, dan telur ayam harus sesuai harga eceran tertinggi (HET). 

Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat. “Seluruh komoditas strategis tetap berada di bawah HET,” ujar Amran.

HET yang ditetapkan pemerintah untuk konsumen yaitu daging ayam ras Rp40.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp30.000 per kilogram. 

Amran menegaskan stok daging sapi, ayam, dan telur dalam kondisi aman. Ia meminta penindakan tegas terhadap pihak yang menahan pasokan karena memicu kenaikan harga.

Seorang pedagang di Bandung menyampaikan, “Kadang harga naik karena distribusi tertunda di pasar.” Ia menegaskan ketersediaan barang sebenarnya cukup. Hal ini menimbulkan kebutuhan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi pangan.

Pengecekan dan Pengawasan Stok Pangan

Amran mengatakan hasil pengecekan menunjukkan tidak ada kendala pasokan dari sisi Kementerian Pertanian. Semua rekomendasi pemasukan sapi dan daging telah diterbitkan sejak Desember. “Rekomendasi sudah keluar semua. Kebutuhan sapi dan daging sapi sudah kita penuhi dan stok aman,” tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa indikasi kenaikan harga justru ditemukan di tingkat perantara. Pasokan diduga tertahan oleh pihak middleman yang tidak bertanggung jawab. “Semua harus mengeluarkan dagingnya, jangan sampai naik. Begitu kita cek, ini di middleman yang tidak benar,” ujarnya.

Seorang peternak lokal menambahkan, “Kami sudah menjual sesuai HET, tapi harga tetap naik di pasar.” Ia berharap pengawasan lebih ketat di tingkat pedagang. Kondisi ini menekankan pentingnya peran Satgas Pangan dan Kepolisian.

Peran Satgas Pangan dan Penegakan Hukum

Mentan Amran meminta Satgas Pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus), hingga jajaran Kepolisian melakukan pengawasan ketat. Penindakan dilakukan jika ditemukan praktik penahanan stok atau permainan harga. Penyegelan juga dapat dilakukan apabila terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya di tingkat distribusi, tetapi juga di pasar lokal. Dengan pengawasan ini, masyarakat bisa memperoleh harga pangan sesuai HET. Amran berharap tindakan tegas ini menurunkan praktik spekulasi di pasar.

Seorang anggota Satgas Pangan menambahkan, “Kami akan rutin memeriksa pasar dan pedagang untuk memastikan stok dikeluarkan.” Ia menegaskan bahwa tindakan ini diperlukan untuk stabilitas harga. Program ini bertujuan melindungi konsumen dari fluktuasi yang merugikan.

Apresiasi Kepada Pelaku Usaha dan Ekspor Unggas

Mentan menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha pangan dan eksportir yang konsisten menjaga produksi. Ia mencontohkan Japfa, Charoen Pokphand, dan perusahaan lain yang aktif memperluas akses pasar.

 “Ini yang kita ingin capai,” kata Amran, merujuk capaian ekspor 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar ke Singapura, Jepang, dan Timor Leste pada Maret 2026.

Apresiasi ini menekankan peran sektor swasta dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pengusaha yang konsisten mengelola stok dengan baik membantu pemerintah menekan kenaikan harga. Hal ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan pelaku industri.

Seorang manajer perusahaan eksportir menambahkan, “Kami selalu menjaga kualitas dan pasokan agar harga tetap stabil.” Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah. Upaya bersama ini membuat ketersediaan pangan lebih merata di seluruh wilayah.

Transparansi Harga dan Persiapan Menjelang Ramadhan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, mengusulkan penguatan pengawasan harga terutama saat peningkatan permintaan. Panel harga di pasar diusulkan untuk memberikan informasi terkini kepada konsumen. 

“Setiap pasar diusulkan memiliki panel harga yang meng-update informasi secara berkala agar konsumen tahu harga riil,” ujarnya.

Agung menambahkan, sebelum Ramadhan pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk memastikan pasokan dan stabilitas harga tetap terjaga. Ia meminta pelaku perunggasan turut mengawal stabilitas agar tidak terjadi kenaikan berlebihan di tingkat pedagang. 

“Kami mohon pelaku perunggasan turut mengawal stabilitas agar tidak terjadi kenaikan yang berlebihan di tingkat pedagang,” kata Agung.

Seorang pedagang pasar menambahkan, “Dengan panel harga, konsumen jadi lebih mudah tahu harga riil setiap hari.” Hal ini membantu menekan praktik spekulasi. Transparansi harga di pasar menjadi instrumen penting menjaga daya beli masyarakat.

Terkini