Tarawih

Panduan Lengkap Salat Tarawih Bagi Muslimah Di Rumah Sesuai Tuntunan

Panduan Lengkap Salat Tarawih Bagi Muslimah Di Rumah Sesuai Tuntunan
Panduan Lengkap Salat Tarawih Bagi Muslimah Di Rumah Sesuai Tuntunan

JAKARTA - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi setiap muslimah untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk salat Tarawih. 

Meskipun ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilakukan di masjid, tidak sedikit perempuan yang memilih atau memang perlu menunaikannya di rumah. 

Berbagai alasan mendasari pilihan ini, mulai dari kesibukan domestik, tanggung jawab mengurus anak, faktor keamanan, hingga pertimbangan kenyamanan dan kekhusyukan saat beribadah.

Pelaksanaan salat Tarawih di rumah bukan berarti kualitas ibadah berkurang. Selama dilakukan dengan niat yang tulus dan sesuai tuntunan syariat, ibadah ini tetap sah dan berpahala. Rumah justru bisa menjadi tempat yang kondusif bagi perempuan untuk menunaikan Tarawih dengan lebih khusyuk, bebas dari gangguan dan distraksi yang sering terjadi di masjid atau ruang publik.

Hukum Salat Tarawih untuk Perempuan dan Dalil Utamanya

Salat Tarawih termasuk sunah muakadah, yakni sangat dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Para ulama sepakat bahwa perempuan boleh menunaikan salat Tarawih baik di masjid maupun di rumah. Bahkan terdapat hadis yang menegaskan keutamaan perempuan menunaikan salat di rumah:

“Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah pergi ke masjid, namun rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR Abu Dawud)

Hadis ini menjadi landasan bahwa melaksanakan Tarawih di rumah tetap utama, terutama jika ingin menjaga kehormatan, keamanan, dan kekhusyukan. Pilihan ini juga sesuai dengan prinsip syariat yang menekankan kemudahan bagi umat Muslim dalam menunaikan ibadah, tanpa mengurangi pahala yang diperoleh.

Keutamaan dan Kemudahan Salat Tarawih di Rumah

Melaksanakan salat Tarawih di rumah membawa berbagai kemudahan dan keutamaan. Pertama, perempuan bisa lebih menjaga aurat dan kehormatan saat beribadah.

Kedua, fleksibilitas waktu memungkinkan mereka menyesuaikan ibadah dengan aktivitas rumah tangga, seperti memasak atau mengurus anak. Faktor keamanan dan upaya menghindari potensi fitnah juga menjadi pertimbangan yang dibenarkan dalam syariat.

Fatwa sejumlah ulama menegaskan bahwa perempuan tidak kehilangan pahala ketika memilih menunaikan Tarawih di rumah, selama dilakukan dengan niat yang benar dan tata cara yang sesuai tuntunan agama. 

Dengan demikian, ibadah di rumah bukan sekadar alternatif, melainkan pilihan yang sah, aman, dan bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Jumlah Rakaat dan Tata Cara Salat Tarawih di Rumah

Terkait jumlah rakaat, terdapat dua praktik umum yang bisa diikuti: 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. 

Dasar 8 rakaat berasal dari hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, sementara praktik 20 rakaat dilaporkan terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Perempuan diperbolehkan memilih jumlah rakaat sesuai kemampuan dan keyakinan mazhab yang dianut.

Secara umum, tata cara salat Tarawih di rumah sama seperti di masjid. Niat cukup di dalam hati:

???????? ??????? ????????????? ???????????? ??????? ????????
Artinya: “Saya niat salat sunah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Salat dilakukan dua rakaat satu salam, dengan urutan takbiratulihram, membaca Al-Fatihah, membaca surah pendek, rukuk, iktidal, sujud dua kali, duduk tahiyat akhir, dan salam. 

Bacaan surah tidak diwajibkan tertentu; perempuan dapat membaca surah pendek yang telah dihafal. Setelah menyelesaikan rakaat Tarawih, dianjurkan menutup ibadah dengan salat witir sebanyak 1 atau 3 rakaat, sebagaimana hadis Nabi SAW:

“Jadikanlah akhir salat malam kalian adalah witir.” (HR Muslim)

Jika salat dilakukan berjemaah dengan sesama perempuan di rumah, seorang perempuan boleh menjadi imam dengan posisi di tengah saf. 

Apabila berjemaah bersama suami, suami menjadi imam dan perempuan berdiri di belakangnya. Mayoritas ulama juga membolehkan membaca Al-Qur’an langsung dari mushaf selama salat, terutama jika hafalan terbatas, sehingga memudahkan memperbanyak bacaan Al-Qur’an di bulan Ramadan.

Tips Agar Salat Tarawih di Rumah Lebih Khusyuk

Agar pelaksanaan salat Tarawih di rumah lebih khusyuk, pilih waktu yang tenang, misalnya setelah anak-anak tidur. Gunakan pakaian yang nyaman dan menutup aurat secara sempurna, serta siapkan tempat khusus yang bersih dan rapi untuk beribadah. Matikan notifikasi ponsel agar tidak terganggu.

Yang paling utama adalah niat semata-mata karena Allah SWT. Salat Tarawih di rumah bukan berarti ibadah menjadi lebih rendah nilainya. Justru suasana tenang dapat menciptakan ruang spiritual lebih intim, mendalam, dan khusyuk. 

Dengan memahami hukum, jumlah rakaat, tata cara pelaksanaan, serta dalil yang mendasarinya, perempuan dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keyakinan dan ketenangan.

Melalui panduan ini, setiap muslimah dapat menunaikan salat Tarawih di rumah secara sah, sesuai sunah, dan tetap mendapatkan pahala maksimal. 

Ibadah ini menjadi bukti bahwa kesungguhan, niat tulus, dan ketekunan lebih penting daripada lokasi, karena Allah menilai dari hati yang ikhlas dan konsistensi dalam beribadah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index