JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan waktu berbuka puasa yang dinantikan setelah seharian menahan haus dan lapar. Menentukan minuman yang sehat serta menyegarkan menjadi hal penting untuk membantu tubuh kembali fit setelah berjam-jam tanpa asupan cairan dan nutrisi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik juga dapat membantu pencernaan serta mencegah rasa lemas atau gangguan setelah berbuka puasa.
Air Putih: Dasar Hidrasi yang Tidak Pernah Salah
Air putih adalah minuman yang paling sederhana namun paling utama saat berbuka puasa. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, air putih membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa menambah kalori atau gula. Minumlah satu hingga dua gelas saat azan Maghrib untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Air putih juga membantu tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang akan dikonsumsi setelahnya.
Air putih tidak hanya menyegarkan tetapi juga aman untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak dibanding minuman manis. Karena itulah, para ahli kesehatan selalu menyarankan memulai buka puasa dengan minum air putih terlebih dahulu sebelum menyentuh makanan berat atau minuman lain.
Air Kelapa: Sumber Elektrolit Alami
Jika ingin yang lebih dari sekadar air putih, air kelapa menjadi opsi yang baik untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan kandungan elektrolit alami seperti kalium dapat membantu menggantikan cairan serta mineral tubuh yang hilang selama berpuasa. Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa elektrolit tersebut penting untuk menjaga fungsi otot dan saraf setelah seharian tidak minum atau makan.
Walaupun menyegarkan, konsumsi air kelapa sebaiknya dilakukan secukupnya. Ini karena air kelapa juga mengandung gula alami yang dapat menambah asupan kalori secara tidak sadar. Pilih air kelapa tanpa tambahan sirup atau pemanis agar manfaat kesehatan tetap optimal.
Jus Buah Segar: Vitamin dan Antioksidan Tanpa Berlebihan
Jus buah seperti jus jeruk atau semangka sering menjadi favorit banyak orang saat berbuka puasa. Buah-buahan kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat untuk tubuh. Menurut Harvard Health Publishing, jus buah menyediakan nutrisi penting yang membantu tubuh pulih setelah puasa panjang.
Namun, penting untuk memperhatikan takaran gula. Jus buah yang ditambahkan gula berlebihan justru bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti dengan rasa ngantuk atau lapar kembali dalam waktu singkat. Karena itu, sebaiknya konsumsi jus buah segar murni tanpa tambahan gula.
Teh Hangat atau Herbal: Menenangkan Tubuh dan Pencernaan
Teh hangat bisa menjadi minuman yang menenangkan setelah seharian berpuasa. Teh herbal tertentu juga diklaim dapat membantu pencernaan sekaligus memberikan rasa nyaman pada perut yang kosong. National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menjelaskan bahwa beberapa jenis teh herbal, seperti peppermint atau chamomile, dapat membantu relaksasi tubuh.
Saat memilih teh, sebaiknya hindari yang terlalu manis. Teh yang terlalu manis tidak hanya menambah kalori tetapi juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Teh tanpa gula atau dengan sedikit madu menjadi pilihan yang lebih bijak.
Susu Hangat: Kombinasi Energi dan Nutrisi
Susu hangat tidak kalah menarik sebagai minuman buka puasa, terutama ketika dipadukan dengan kurma. Susu mengandung protein dan kalsium yang baik untuk tubuh dan dapat membantu memberikan energi secara bertahap setelah berbuka. Kombinasi susu hangat dan kurma bahkan sering dianjurkan karena kurma menyediakan gula alami yang cepat dicerna untuk energi awal.
Minuman ini sangat cocok bagi mereka yang membutuhkan asupan nutrisi lebih segera setelah puasa. Protein dari susu membantu memperbaiki dan membangun kembali jaringan tubuh, sedangkan kalsium membantu menjaga kesehatan tulang.
Tips Memilih Minuman yang Tepat Saat Berbuka Puasa
Selain memilih minuman sehat, penting juga untuk memperhatikan cara minum setelah berbuka. Para ahli menyarankan untuk tidak langsung minum dalam jumlah besar sekaligus. Tubuh yang kekurangan cairan selama puasa lebih baik diisi secara bertahap. Mulailah dengan satu atau dua gelas air putih, kemudian lanjutkan dengan minuman lain yang lebih bernutrisi.
Hindari minuman yang terlalu manis atau bergula tinggi karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tiba-tiba. Minuman manis juga sering kali hanya memberikan energi sementara tanpa nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk pulih sepenuhnya.
Dengan memilih minuman yang tepat saat berbuka puasa, tubuh dapat kembali terhidrasi dengan baik dan energi dapat pulih secara optimal. Pilihan seperti air putih, air kelapa, jus buah segar, teh hangat, dan susu hangat menawarkan kombinasi hidrasi dan nutrisi yang bisa membantu menjaga kesehatan selama bulan suci Ramadhan.